Neraca adalah salah satu komponen laporan keuangan yang
menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan pada tanggal
tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuangan adalah posisi aset,
kewajiban, dan ekuitas dana. Aset adalah sumber daya yang dapat
memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dikuasai dan/atau
dimiliki oleh pemerintah, dan dapat diukur dalam satuan uang. Sumber
daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat
umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan
budaya juga termasuk dalam pengertian aset. Contoh aset antara lain kas,
piutang, persediaan, dan bangunan.
Neraca merupakan laporan yang menyajikan posisi keuangan pemerintah pada
tanggal tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuanganadalah posisi
tentang aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset mencakup seluruhsumber daya
yang memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dimilikidan/atau
dikuasai oleh Pemerintah Daerah. Kewajiban merupakan utang yang harus
diselesaikan oleh Pemerintah Daerah di masa yang akan datang.
Ekuitasmencerminkan kekayaan bersih Pemerintah Daerah, yaitu selisih
antara aset dan kewajiban.
Aset, kewajiban, dan ekuitas yang disajikan di neraca Pemerintan Daerah
berasal dari perolehan sejak Pemerintah Daerah tersebut berdiri.
Pencatatan aset dan kewajiban selama ini dilakukan melalui sistem
pencatatan tunggal yang tidak dapat menghasilkan neraca secara langsung.
Di samping itu pencatatan aset pada umumnya juga dilakukan dalam
berbagai subsistem yang terpecah-pecah dan tidak terintegrasi. Dengan
demikian informasi yang dihasilkan kurang dapat diyakini keandalannya.
Oleh karena itu, untuk keperluan penyusunan neraca pertama kali,
Pemerintah Daerah perlu menyiapkan suatu pendekatan tertentu dan
melakukan inventarisasi terhadap aset dan kewajibannya. Keandalan
informasi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas dalam neraca awal sangat
penting dalam membangun sistem akuntansi pemerintah daerah, karena
jumlah-jumlah yang disajikan dalam neraca awal ini akan menjadi saldo
awal, yang akan terus terbawa dalam sistem akuntansi berikutnya .
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi
pemerintah. Kewajiban mencakup utang yang berasal dari pinjaman, utang
biaya, dan utang lainnya yang masih harus dibayar. Contoh kewajiban
antara lain utang kepada pemerintah pusat, utang kepada entitas
pemerintah lain, dan utang perhitungan fihak ketiga. Ekuitas Dana
adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset
dan kewajiban pemerintah. Contoh ekuitas dana antara lain Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran dan ekuitas dana yang diinvestasikan.
a. Pesamaan dasar akuntansi
Neraca mencerminkan persamaan akuntansi yang umum dikenal yaitu :
ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA
Ekuitas Pemerintah diseut ekuitas dana. Ekuitas daa pemerintah berbeda
dengan ekuitas sektor komersial . ekuitas sektor komersial mencerminkan
sumber daari sumber daya yag dimiliki oleh perusahaan, sedangkan ekuitas
pemerintah merupakan selisih aset dengan kewajiban,sehingga persamaan
akuntansinya menjadi:
Aset – Kewajiban = Ekuitas dana
Akun-akun neraca dikembangkan secara berpasangan. Akun-akun
aset dan kewajiban berpasangan dengan akun-akun yang ada dalam ekuitas
dana.Contoh: Kas berpasangan dengan SiLPA, Persediaan berpasangan
denganCadangan Persediaan, Piutang berpasangan dengan Cadangan
Piutang,Investasi Jangka Panjang berpasangan dengan Diinvestasikan dalam
InvestasiJangka Panjang, Aset Tetap berpasangan dengan Diinvestasikan
dalam Aset Tetap, Utang Jangka Pendek berpasangan dengan Dana yang
HarusDisediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek. +Rinal Purba
STRUKTUR NERACA
Neraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Aset
diklasifikasikan menjadi lancar dan nonlanc
ar. Aset lancar terdiri dari
kas atau aset lainnya yang dapat diuangkan atau dapat dipakai habis
dalam waktu 12 ulan mendatang. Aset nonlancar terdiri dari investasi
jangka panjang, aset tetap, dan aset lainnya. Kewajiban
diklasifikasikan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Kewajiban
jangka pendek adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu 12
bulan setelah tanggal pelaporan, sedangkan kewajiban jangka panjang akan
jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Sedangkan ekuitas dana
diklasifikasikan menjadi ekuitas dana lancar,ekuitas dana investasi, dan
ekuitas dana cadangan.
sumber : http://akunt.blogspot.com/2013/11/definisi-neraca-laporan-keuangan-arti.html
Monday, August 31, 2015
Monday, August 24, 2015
Tips Menjadi Akuntan Yang Baik
Karakteristik utama dari akuntan yang
baik adalah integritas dan objektivitas. Untuk menjadi seorang
profesional yang mempunyai rasa hormat , Anda harus benar-benar jujur
dan etis dalam semua hal yang Anda lakukan. Itu berarti anda dapat
memilah kehidupan pribadi serta profesi anda. Dalam melaksanakan tugas
akuntansi anda, anda harus benar-benar objektif, dan tidak membiarkan
perasaan anda bisa mempengaruhi pekerjaan anda Anda mungkin pernah mengalami di saat atasan anda memberikan tugas yang sulit dan anda tak mampu untuk mengerjakanya, sehingga tercipta di benak anda, bahwa anda tidak ingin menangani atau mengarjakan tugas yang sulit yang telah di berikan tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa anda memiliki latar belakang untuk menanganinya dan sebenarnya anda memiliki potensi untuk mengerjakanya.
Akuntan yang baik harus memiliki kualitas yang dibutuhkan dari setiap situasi pekerjaan: ketepatan waktu, kejujuran, kerahasiaan, dan melakukan yang terbaik yang bisa anda berikan.
Karakteristik Akuntan Baik dan Sukses
Seorang akuntan benar-benar sukses dalam dunia bisnis memiliki karakteristik tertentu. Para akuntan yang memiliki semua karakteristik yang tercantum di bawah ini adalah jarang, tetapi akuntan paling benar-benar sukses memiliki banyak, jika tidak sebagian besar, karakteristik ini.
1. Keahlian
· Teknis: Tahu prinsip akuntansi serta perpajakan.
· Manajemen: Tahu prinsip dan teknik manajemen bisnis dan administrasi.
· Bahasa: Berbicara dan memiliki tata bahasa yang baik.
2. Karakteristik Pribadi
· Citra pribadi: Rapih dalam berpakain dan bersih.
· Integritas:
Seorang akuntan menjual dua hal: waktu dan integritas. Memiliki
standar pribadi yang tinggi, kejujuran dan hidup dengan standar tinggi
organisasi. Kehidupan pribadi adalah konsisten dengan standar kehidupan
kerja itu.
· Keyakinan: Percayaan diri namun tidak sombong dan Santai.
· Layanan orientasi: Selalu mencari untuk melayani orang lain dan membantu memecahkan masalah mereka.
· Kantor / ruang kerja: Rapi, terorganisir, mengundang dan Nyaman.
· Kebersihan pribadi: Tampak sehat dan penuh energi. Tidak mengantuk atau bosan pada pekerjaan.
· Sikap: Positif. Bersedia untuk bekerja. Bersemangat untuk memecahkan masalah.
· Memiliki Kepribadian yang menyenangkan.
· Kreatif: Menemukan solusi kreatif untuk masalah. Visualisasi solusi alternatif.
3. Disiplin Manajemen Sumberdaya
· Uang: Tidak mewah dengan dana perusahaan atau dana pribadi
Waktu: Menggunakan waktu secara efektif dan efisien. Ini benar-benar penting karena Akuntan menjual waktu, keahlian dan pengetahuan.
sumber : http://hermandos.blogspot.com/2011/08/menjadi-akuntan-yang-baik-dan-orang.html
Waktu: Menggunakan waktu secara efektif dan efisien. Ini benar-benar penting karena Akuntan menjual waktu, keahlian dan pengetahuan.
sumber : http://hermandos.blogspot.com/2011/08/menjadi-akuntan-yang-baik-dan-orang.html
Sunday, July 26, 2015
Pentingnya Akuntansi Bagi Perusahaan
Perusahaan adalah suatu lembaga yang melakukan kegiatan usaha baik memproduksi barang ataupun jasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang bertujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan yang sebesar-besarnya.
Setiap perusahaan baik perusahaan dagang, jasa, ataupun perusahaan manufaktur pasti melakukan transaksi. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan tersebut harus dicatat dengan baik dan benar sesuai bukti-bukti yang ada. Proses pencatatan transaksi tersebut disebut sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi.
Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu perusahaan, kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi perusahaan tersebut. Jika proses akuntansinya tersusun dengan baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti yang ada, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang baik, begitu pula sebaliknya.
Akuntansi juga berfungsi sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, misalnya untuk mengetahui maju mundurnya suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Selain itu akuntansi juga berfungsi sebagai dasar dalam perhitungan pajak suatu perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor yang ingin menginvestasikan asset mereka. Jadi dengan kata lain akuntansi merupakan cerminan dari suatu perusahaan.
Manfaat Akuntansi Bagi Perusahaan:
Setiap perusahaan baik perusahaan dagang, jasa, ataupun perusahaan manufaktur pasti melakukan transaksi. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan tersebut harus dicatat dengan baik dan benar sesuai bukti-bukti yang ada. Proses pencatatan transaksi tersebut disebut sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi.
Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu perusahaan, kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi perusahaan tersebut. Jika proses akuntansinya tersusun dengan baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti yang ada, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang baik, begitu pula sebaliknya.
Akuntansi juga berfungsi sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, misalnya untuk mengetahui maju mundurnya suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Selain itu akuntansi juga berfungsi sebagai dasar dalam perhitungan pajak suatu perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor yang ingin menginvestasikan asset mereka. Jadi dengan kata lain akuntansi merupakan cerminan dari suatu perusahaan.
Manfaat Akuntansi Bagi Perusahaan:
- Manajemen merupakan pihak intern yang berkaitan langsung dan sangat memerlukan infomasi keuangan untuk melakukan pengendalian (controll), pengkoordinasian (coordination), dan perencanaan (planning).
- Pihak ekstern yang mempunyai kaitan langsung dengan perusahaan, antara lain investor (pemilik), kreditor, pelanggan, karyawan, dan masyarakat. Mereka berkepentingan dengan informasi keuangan perusahaan dengan manfaat yang berbeda-beda, antara lain :
- Pemilik berkepentingan untuk menentukan sikap tetap memegang saham atau melepasnya.
- Kreditor berkepentingan untuk memutuskan kredit kepada perusahaan dapat diperpanjang atau diperbesar.
- Pelanggan (customer) berkepentingan untuk mengevaluasi hubungan usaha dengan perusahaan.
- Karyawan berkepentingan untuk mengetahui hak-hak yang dapat diperoleh dari peusahaan.
- Masyarakat umum berkepentingan untuk aspek umum dan sosial perusahaan.
- Perusahaan dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya memerlukan informasi mengenai alokasi sumber daya. Informasi tersebut digunakan untuk menentukan aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar penyusunan statistik pendapatan nasional.
Thursday, July 9, 2015
Cara Mudah Belajar Akuntansi
Mempelajari akuntansi jika di lakukan dengan benar maka akan sangat
mudah untuk di pahami. Ada beberapa tingkat yang harus di pelajari
secara berurut. Tidak boleh langsung pada tingkat yang seharusnya belum
bisa di pelajari. Misalnya langsung mempelajari neraca,
kemudian mencari tahu bagaimana cara membuat neraca. Tetapi harus
mempelajari dari awal sehingga neraca bisa terbentuk. Maka cara belajar
akuntansi adalah dengan mengikuti langkah tingkat dasar akuntansi
berikut :
Dasar-dasar Akuntansi
Yang paling pertama harus di ketahui adalah tentang dasar-dasar
akuntansi. Dimulai dari mengenal bukti transaksi dan mengerjakan persamaan dasar akuntansi. Jika kita telah mahir mengerjakan persamaan dasar akuntansi, berarti
kita telah paham dari apa yang menjadi inti akuntansi itu dan memahami
logika akuntansi dengan menggunakan persamaan dasar akuntansi yang
menganut rumus tunggal Harta = Utang + Modal
Jika persamaan tersebut telah di kuasai maka selanjutnya pada tingkat
menjurnal. Hal yang paling inti dari kegiatan menjurnal adalah dengan
memahami debet dan kredit. Karena dalam proses jurnal yang menjadi
perhatian utama adalah tenang debet dan kredit. Jika tidak bisa memahami ini maka sebaiknya untuk tidak melangkah
pada tingkat berikutnya sebelum anda benar-benar mahir dalam dasar-dasar
akuntansi.
Akuntansi Aktiva
Berikutnya adalah memahami tentang Aktiva atau juga di kenal sebagai
asset (Harta). Dari sini kita akan mempelajari tentang apa saja yang
menjadi bagian dari aktiva tersebut. Dan pengenalan akan aktiva lancar
dan aktiva tetap. Yang di pelajari misalnya Sifat aktiva, bentuk aktiva
dan definisi aktiva.
Akuntansi Kewajiban dan ekuitas
Yang menjadi fokus selanjutnya adalah tetang kewajiban dan modal.
Pada bagian ini kita akan mempelajari hampir sama dengan Aktiva di atas
yaitu tentang pengenalan Utang baik jangka panjang atau jangka pendek.
Kemudian modal dan apa saja yang mempengaruhi modal (ekuitas).
Penyusunan Neraca
Pada bagian ini kita sudah di ajarkan untuk membentuk neraca. Neraca
itu ada banyak jenisnya dan terkadang orang mengatakan bahwa jika neraca
sudah di bentuk maka laporan keuangan sudah bisa di sajikan. Hal
tersebut benar tetapi kurang tepat karena data neraca itu masih butuh
untuk diolah. Ada beberapa neraca yang perlu untuk di ketahui yaitu :
- Neraca Awal Yaitu neraca yang di gunakan sebelum proses awal kegiatan akutansi. Contoh neraca ini adalah ketika memulai usaha maka neraca-nya adalah Harta = Utang + Modal ( 0 = 0 + 0 ). Barulah pada bulan pertama neraca tersebut akan terisi.
- Neraca Saldo yaitu neraca yang berisi tentang total saldo yang di hasilkan dari sebuah buku besar. Fungsi neraca ini melanjutkan Neraca Awal dan dalam neraca ini masing mengandung akun-akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba dan Perubahan Modal. Neraca ini juga adalah akumulasi penjumlahan dari Neraca Awal + Neraca Saldo.
- Neraca Penyesuaian yaitu Neraca yang menggambarkan posisi sebenarnya dari sebuah perusahaan yang tidak ada lagi sebuah transaksi yang di lupakan dan semua telah tercatat. Dan dalam neraca ini pula masih ada akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba dan Perubahan Modal.
- Neraca Lajur yaitu Neraca Lembar Kerja atau di kenal juga dengan Nama Work Sheet ini adalah berisi tentang neraca Saldo, neraca penyesuaian, Neraca Setelah di sesuaikan, Neraca dan Rugi Laba. Dalam Neraca lajur inilah pada bagian yaitu Neraca dan Rugi Laba yang menjadi dasar laporan keuangan (Neraca, Laporan Rugi Laba dan Laporan Perubahan Modal).
- Neraca Akhir yaitu neraca yang akan di jadikan sebagai dasar pembuantan siklus akuntansi berikutnya. Dan neraca ini pada awal kegiatan akan berubah nama menjadi neraca awal seperti poin 1 maka siklus tersebut terulang. Setelah neraca ini di bentuk Laporan rugi laba dan perubahan modal tidak lagi di pakai.
Penyusunan Laporan Laba rugi
Pada tahap ini anda akan di ajarkan untuk membentuk laporang keuangan
seperti neraca, laporan rugi laba dan perubahan modal. Pada tahap ini
tidak begitu sulit, hanya tinggal memindahkan apa yang ada di Neraca
lajur saja.
Penyusunan Arus Kas
Dalam hal ini kita akan di ajarkan untuk menyusun laporan arus kas
yaitu tentang mengelompokkan yang mana arus kas lancar, inventasi dan
yang tidak mempengaruhi usaha tetapi masuk dalam kas usaha.
Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk laporan perubahan modal hanya tinggal menambahkan antara Modal
pada Neraca di tambah dengan hasil rugi laba bila posisi laba (kredit)
dan dikurangi bila posisi rugi (Debet). Dan jika ada pengambilan pribadi
(Prive) juga di masukkan mengurangi rugi laba. Posisi modal awal di
tambahkan dengan laha usaha di kurangi prive, maka akan di temukan
posisi modal akhir.
Dasar Analisis Laporan Keuangan
Dalam hal ini kita akan di ajarkan untuk menganalisa berbagai hal
penting tentang keuangan. Misalnya rasio perusahaan terhadap kas dan utang lancar. Rasio tentang Pendapatan terhadap biaya dan sebagainya.
Dari hasil analisa ini nanti akan menjadi sebuah informasi bagi
perusahaan dalam mengambil langkah selanjutnya.
Dengan mengikuti langkah-langkah cara mudah belajar akuntansi ini
maka anda akan mampu melaksanakan kegiatan akuntansi atau setidaknya
membuat anda mampu membaca laporan keuangan yang di sajikan.
Friday, June 12, 2015
Program AKUNTANSI 3.0 merupakan pengembangan dari Program
Akuntansi 2.0, dimana Akuntansi 3.0 ini support untuk perusahaan
perorangan, CV dan PT. Proses input transaksi pun lebih dipermudah
dengan adanya Jurnal khusus (Kas Masuk, Kas Keluar, Transfer Kas).
Sangat friendly bagi user yang belum begitu memahami proses Akuntansi.
Dan Laporan L/R pun dalam program ini disajikan lebih informatif (ada
L/R sampai dengan bulan berjalan).
Modul dan Fasilitas Program
Aplikasi Akuntansi 3.0 :
1.Multi User
2.Level User Security
3.Support Usaha Dagang/Jasa
4.Laporan-Laporan:
-Jurnal Umum
-Kas Masuk
-Kas Keluar
-Transfer Kas
-Buku Besar
-Neraca Saldo
-Rugi/Laba
-Neraca
1.Multi User
2.Level User Security
3.Support Usaha Dagang/Jasa
4.Laporan-Laporan:
-Jurnal Umum
-Kas Masuk
-Kas Keluar
-Transfer Kas
-Buku Besar
-Neraca Saldo
-Rugi/Laba
-Neraca
Program Akuntansi 3.0 bisa di dapat di :
LAZADA :http://www.lazada.co.id/bamboomedia-program-akuntansi-30-1192091.html
ELEVENIA : http://www.elevenia.co.id/prd-bamboomedia-program-akuntansi-3-0-6005252
QOO10 INDONESIA : http://list.qoo10.co.id/item/BAMBOOMEDIA-PROGRAM-AKUNTANSI-3/428232339
Subscribe to:
Posts (Atom)


