Mempelajari akuntansi jika di lakukan dengan benar maka akan sangat
mudah untuk di pahami. Ada beberapa tingkat yang harus di pelajari
secara berurut. Tidak boleh langsung pada tingkat yang seharusnya belum
bisa di pelajari. Misalnya langsung mempelajari neraca,
kemudian mencari tahu bagaimana cara membuat neraca. Tetapi harus
mempelajari dari awal sehingga neraca bisa terbentuk. Maka cara belajar
akuntansi adalah dengan mengikuti langkah tingkat dasar akuntansi
berikut :
Dasar-dasar Akuntansi
Yang paling pertama harus di ketahui adalah tentang dasar-dasar
akuntansi. Dimulai dari mengenal bukti transaksi dan mengerjakan persamaan dasar akuntansi. Jika kita telah mahir mengerjakan persamaan dasar akuntansi, berarti
kita telah paham dari apa yang menjadi inti akuntansi itu dan memahami
logika akuntansi dengan menggunakan persamaan dasar akuntansi yang
menganut rumus tunggal Harta = Utang + Modal
Jika persamaan tersebut telah di kuasai maka selanjutnya pada tingkat
menjurnal. Hal yang paling inti dari kegiatan menjurnal adalah dengan
memahami debet dan kredit. Karena dalam proses jurnal yang menjadi
perhatian utama adalah tenang debet dan kredit. Jika tidak bisa memahami ini maka sebaiknya untuk tidak melangkah
pada tingkat berikutnya sebelum anda benar-benar mahir dalam dasar-dasar
akuntansi.
Akuntansi Aktiva
Berikutnya adalah memahami tentang Aktiva atau juga di kenal sebagai
asset (Harta). Dari sini kita akan mempelajari tentang apa saja yang
menjadi bagian dari aktiva tersebut. Dan pengenalan akan aktiva lancar
dan aktiva tetap. Yang di pelajari misalnya Sifat aktiva, bentuk aktiva
dan definisi aktiva.
Akuntansi Kewajiban dan ekuitas
Yang menjadi fokus selanjutnya adalah tetang kewajiban dan modal.
Pada bagian ini kita akan mempelajari hampir sama dengan Aktiva di atas
yaitu tentang pengenalan Utang baik jangka panjang atau jangka pendek.
Kemudian modal dan apa saja yang mempengaruhi modal (ekuitas).
Penyusunan Neraca
Pada bagian ini kita sudah di ajarkan untuk membentuk neraca. Neraca
itu ada banyak jenisnya dan terkadang orang mengatakan bahwa jika neraca
sudah di bentuk maka laporan keuangan sudah bisa di sajikan. Hal
tersebut benar tetapi kurang tepat karena data neraca itu masih butuh
untuk diolah. Ada beberapa neraca yang perlu untuk di ketahui yaitu :
- Neraca Awal Yaitu neraca yang di gunakan sebelum proses awal kegiatan akutansi. Contoh neraca ini adalah ketika memulai usaha maka neraca-nya adalah Harta = Utang + Modal ( 0 = 0 + 0 ). Barulah pada bulan pertama neraca tersebut akan terisi.
- Neraca Saldo yaitu neraca yang berisi tentang total saldo yang di hasilkan dari sebuah buku besar. Fungsi neraca ini melanjutkan Neraca Awal dan dalam neraca ini masing mengandung akun-akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba dan Perubahan Modal. Neraca ini juga adalah akumulasi penjumlahan dari Neraca Awal + Neraca Saldo.
- Neraca Penyesuaian yaitu Neraca yang menggambarkan posisi sebenarnya dari sebuah perusahaan yang tidak ada lagi sebuah transaksi yang di lupakan dan semua telah tercatat. Dan dalam neraca ini pula masih ada akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba dan Perubahan Modal.
- Neraca Lajur yaitu Neraca Lembar Kerja atau di kenal juga dengan Nama Work Sheet ini adalah berisi tentang neraca Saldo, neraca penyesuaian, Neraca Setelah di sesuaikan, Neraca dan Rugi Laba. Dalam Neraca lajur inilah pada bagian yaitu Neraca dan Rugi Laba yang menjadi dasar laporan keuangan (Neraca, Laporan Rugi Laba dan Laporan Perubahan Modal).
- Neraca Akhir yaitu neraca yang akan di jadikan sebagai dasar pembuantan siklus akuntansi berikutnya. Dan neraca ini pada awal kegiatan akan berubah nama menjadi neraca awal seperti poin 1 maka siklus tersebut terulang. Setelah neraca ini di bentuk Laporan rugi laba dan perubahan modal tidak lagi di pakai.
Penyusunan Laporan Laba rugi
Pada tahap ini anda akan di ajarkan untuk membentuk laporang keuangan
seperti neraca, laporan rugi laba dan perubahan modal. Pada tahap ini
tidak begitu sulit, hanya tinggal memindahkan apa yang ada di Neraca
lajur saja.
Penyusunan Arus Kas
Dalam hal ini kita akan di ajarkan untuk menyusun laporan arus kas
yaitu tentang mengelompokkan yang mana arus kas lancar, inventasi dan
yang tidak mempengaruhi usaha tetapi masuk dalam kas usaha.
Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk laporan perubahan modal hanya tinggal menambahkan antara Modal
pada Neraca di tambah dengan hasil rugi laba bila posisi laba (kredit)
dan dikurangi bila posisi rugi (Debet). Dan jika ada pengambilan pribadi
(Prive) juga di masukkan mengurangi rugi laba. Posisi modal awal di
tambahkan dengan laha usaha di kurangi prive, maka akan di temukan
posisi modal akhir.
Dasar Analisis Laporan Keuangan
Dalam hal ini kita akan di ajarkan untuk menganalisa berbagai hal
penting tentang keuangan. Misalnya rasio perusahaan terhadap kas dan utang lancar. Rasio tentang Pendapatan terhadap biaya dan sebagainya.
Dari hasil analisa ini nanti akan menjadi sebuah informasi bagi
perusahaan dalam mengambil langkah selanjutnya.
Dengan mengikuti langkah-langkah cara mudah belajar akuntansi ini
maka anda akan mampu melaksanakan kegiatan akuntansi atau setidaknya
membuat anda mampu membaca laporan keuangan yang di sajikan.


No comments:
Post a Comment