Monday, August 31, 2015

Pengertian Neraca Dalam Akutansi

Neraca adalah salah satu komponen laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan pada tanggal tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuangan adalah posisi aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Aset adalah sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah, dan dapat diukur dalam satuan uang. Sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya juga termasuk dalam pengertian aset. Contoh aset antara lain kas, piutang, persediaan, dan bangunan.

Neraca merupakan laporan yang menyajikan posisi keuangan pemerintah pada tanggal tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuanganadalah posisi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset mencakup seluruhsumber daya yang memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dimilikidan/atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah. Kewajiban merupakan utang yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Daerah di masa yang akan datang. Ekuitasmencerminkan kekayaan bersih Pemerintah Daerah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban.

Aset, kewajiban, dan ekuitas yang disajikan di neraca Pemerintan Daerah berasal dari perolehan sejak Pemerintah Daerah tersebut berdiri. Pencatatan aset dan kewajiban selama ini dilakukan melalui sistem pencatatan tunggal yang tidak dapat menghasilkan neraca secara langsung. Di samping itu pencatatan aset pada umumnya juga dilakukan dalam berbagai subsistem yang terpecah-pecah dan tidak terintegrasi. Dengan demikian informasi yang dihasilkan kurang dapat diyakini keandalannya. Oleh karena itu, untuk keperluan penyusunan neraca pertama kali, Pemerintah Daerah perlu menyiapkan suatu pendekatan tertentu dan melakukan inventarisasi terhadap aset dan kewajibannya. Keandalan informasi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas dalam neraca awal sangat penting dalam membangun sistem akuntansi pemerintah daerah, karena jumlah-jumlah yang disajikan dalam neraca awal ini akan menjadi saldo awal, yang akan terus terbawa dalam sistem akuntansi berikutnya .

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Kewajiban mencakup utang yang berasal dari pinjaman, utang biaya, dan utang lainnya yang masih harus dibayar. Contoh kewajiban antara lain utang kepada pemerintah pusat, utang kepada entitas pemerintah lain, dan utang perhitungan fihak ketiga. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Contoh ekuitas dana antara lain Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dan ekuitas dana yang diinvestasikan.

a. Pesamaan dasar akuntansi
Neraca mencerminkan persamaan akuntansi yang umum dikenal yaitu :
ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA
Ekuitas Pemerintah diseut ekuitas dana. Ekuitas daa pemerintah berbeda dengan ekuitas sektor komersial . ekuitas sektor komersial mencerminkan sumber daari sumber daya yag dimiliki oleh perusahaan, sedangkan ekuitas pemerintah merupakan selisih aset dengan kewajiban,sehingga persamaan akuntansinya menjadi:

Aset – Kewajiban = Ekuitas dana

Akun-akun neraca dikembangkan secara berpasangan. Akun-akun
aset dan kewajiban berpasangan dengan akun-akun yang ada dalam ekuitas dana.Contoh: Kas berpasangan dengan SiLPA, Persediaan berpasangan denganCadangan Persediaan, Piutang berpasangan dengan Cadangan Piutang,Investasi Jangka Panjang berpasangan dengan Diinvestasikan dalam InvestasiJangka Panjang, Aset Tetap berpasangan dengan Diinvestasikan dalam Aset Tetap, Utang Jangka Pendek berpasangan dengan Dana yang HarusDisediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek. +Rinal Purba

STRUKTUR NERACA
Neraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Aset diklasifikasikan menjadi lancar dan nonlanc
ar. Aset lancar terdiri dari kas atau aset lainnya yang dapat diuangkan atau dapat dipakai habis dalam waktu 12 ulan mendatang. Aset nonlancar terdiri dari investasi jangka panjang, aset tetap, dan aset lainnya. Kewajiban diklasifikasikan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan, sedangkan kewajiban jangka panjang akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Sedangkan ekuitas dana diklasifikasikan menjadi ekuitas dana lancar,ekuitas dana investasi, dan ekuitas dana cadangan.

sumber : http://akunt.blogspot.com/2013/11/definisi-neraca-laporan-keuangan-arti.html

Monday, August 24, 2015

Tips Menjadi Akuntan Yang Baik

Karakteristik utama dari akuntan yang baik adalah  integritas dan objektivitas. Untuk menjadi seorang profesional yang mempunyai  rasa hormat , Anda harus benar-benar jujur ​​dan etis dalam semua hal yang Anda lakukan. Itu berarti anda dapat memilah  kehidupan pribadi serta profesi anda. Dalam melaksanakan tugas akuntansi anda, anda harus benar-benar objektif, dan tidak membiarkan perasaan anda bisa mempengaruhi pekerjaan anda
Anda mungkin pernah mengalami di saat atasan anda memberikan tugas yang sulit dan anda tak mampu untuk mengerjakanya, sehingga tercipta di benak anda, bahwa anda tidak ingin menangani atau mengarjakan tugas yang sulit yang telah di berikan tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa anda memiliki latar belakang untuk menanganinya dan sebenarnya anda memiliki potensi untuk mengerjakanya.
Akuntan yang baik harus memiliki kualitas yang dibutuhkan dari setiap situasi pekerjaan: ketepatan waktu, kejujuran, kerahasiaan, dan melakukan yang terbaik yang bisa anda berikan.


Karakteristik Akuntan Baik dan Sukses

Seorang akuntan benar-benar sukses dalam dunia bisnis memiliki karakteristik tertentu. Para akuntan yang memiliki semua karakteristik yang tercantum di bawah ini adalah jarang, tetapi akuntan paling benar-benar sukses memiliki banyak, jika tidak sebagian besar, karakteristik ini.
 

1.      Keahlian
·         Teknis: Tahu prinsip akuntansi serta perpajakan.
·         Manajemen: Tahu prinsip dan teknik manajemen bisnis dan administrasi.
·         Bahasa: Berbicara  dan memiliki tata bahasa yang baik.
 


2.      Karakteristik Pribadi
·         Citra pribadi: Rapih dalam berpakain dan bersih.

·         Integritas: Seorang akuntan menjual dua hal: waktu dan integritas. Memiliki standar pribadi yang tinggi, kejujuran dan hidup dengan standar tinggi organisasi. Kehidupan pribadi adalah konsisten dengan standar kehidupan kerja itu.


·         Keyakinan: Percayaan diri namun tidak sombong dan Santai.

·         Layanan orientasi: Selalu mencari untuk melayani orang lain dan membantu memecahkan masalah mereka.


·         Kantor / ruang kerja: Rapi, terorganisir, mengundang dan Nyaman.


·         Kebersihan pribadi: Tampak sehat dan penuh energi. Tidak mengantuk atau bosan pada pekerjaan.


·         Sikap: Positif. Bersedia untuk bekerja. Bersemangat untuk memecahkan masalah.


·         Memiliki Kepribadian yang menyenangkan.


·         Kreatif: Menemukan solusi kreatif untuk masalah. Visualisasi solusi alternatif.




3.      Disiplin Manajemen Sumberdaya
·         Uang: Tidak mewah dengan dana perusahaan atau dana pribadi


 Waktu: Menggunakan waktu secara efektif dan efisien. Ini benar-benar penting karena Akuntan menjual waktu, keahlian dan pengetahuan.



sumber : http://hermandos.blogspot.com/2011/08/menjadi-akuntan-yang-baik-dan-orang.html